Agak geli gw liat iklan baru Pertamina yang klise sekali dan parahnya Pertamina punya banyak dana untuk membeli spot iklan pada jam strategis.
Bukan maksud ingin mencerca sang creative director, karena biasanya iklan dengan konten begini pastilah penuh dominasi klien (baca: Pertamina).
Lantas, mengapa gw harus geli?
Karena Pertamina tampak terang-terangan ingin menancapkan imej bagus layaknya iklan-iklan politis akhir-akhir ini. Sebuah brand memang harus beriklan kalau ingin dikenal, tapi biasanya keberhasilan promosi juga harus didukung oleh 4P (product, place, price, promotion) yang gw yakin dipahami betul oleh orang-orang pintar di Pertamina. Tapi sayang mereka dibutakan oleh promotion saja. Apa yang punya ide iklan ini tidak menyadari bahwa bensinnya Pertamina itu sekarang jadi barang langka di daerah luar Jawa?
Banyak pemilik mobil yang harus mengalami kerugian karena mesti bayar mahal -sangat mahal- hanya untuk seliter bensin. Harga paling gila Rp 25.000/liter di penjual non resmi mau tidak mau harus dibeli karena SPBU hampir selalu kehabisan stok bensin. Udah mahal belum tentu pula bensinnya murni, acapkali dioplos...
Gw cuma berharap dana miliaran untuk iklan konyol itu bisa dialihkan untuk menyediakan bensin yang lebih banyak, bukan hanya untuk nyanyi-nyanyi dengan jingle ala lagu kuis Siapa Dia...