Friday, August 22, 2008

TELEPON RUMAH TELKOM?

Setelah Pertamina Pasti Pas, sekarang giliran iklan Telepon Rumah Telkom membodohi masyarakat.

Bagi yang telepon rumahnya berada di jalur lama, memang tidak ada masalah.
Namun untuk gw yang baru memasang lagi telepon rumah Telkom, hanya kekecewaan yang dirasakan.
Telepon rumah memang ridak pernah putus-putus dan tidak terpengaruh masalah sinyal, tapi mati total!
Sejak dipasang, telepon sering "ngambek" (baca: tidak bisa dipakai sama sekali).

Gw pernah baca di koran lokal ada yang protes telepon rumahnya sering mati.
Perwakilan dari Telkom menjawab jika telepon mati selama tiga hari berturut-turut maka pelanggan Telkom berhak tidak membayar abodemen.
Tapi dengan catatan harus melapor ke kantor telepon setelah hari ketiga.
Padahal selama libur Lebaran tahun 2007 kemarin telepon di rumah gw tidak menyala sama sekali selama satu minggu penuh!
Lha, gimana mau lapor coba? Pada libur semua...
Kalaupun tidak libur, sulit sekali mendapatkan abonemen gratis, karena selalu saja setelah dua hari mati, hari ketiga langsung hidup.
Ter-la-lu..

Selain itu, tarif Telkomnet yang cukup mencekik terasa tidak sesuai dengan pelayanan yang diberikan.
Meski bayar Rp 9000/jam, tetap saja koneksinya lamban.
Apalagi Telkom dengan entengnya malah menjual paket internet lain macam Speedy dan Telkom Flash.
Bukannya gw tidak tertarik dengan Speedy yang lebih murah, tapi apa daya jalur telepon di rumah gw belum bisa untuk Speedy.
Telkom Flash juga sama aja repotnya. Mesti nambah modem lain.

Telkom, Telkom, apa aja sih kerja mereka selama ini?
Sebagai BUMN yang telah sekian lama memonopoli jalur komunikasi negeri ini, harusnya Telkom sudah sangat kaya dan sanggup mengikuti teknologi terbaru.
Sayangnya, sekian lama juga mereka menggerogoti uang negara.
Bukannya makin baik, malah makin bikin sengsara..

Jadi jangan percaya dengan iklan internet masuk desa yang ditampilkan dengan sinematografi indah. Di kota aja susah, apalagi di desa, Pak!
Tapi nggak tau juga ya, bisa saja di desa lebih bagus. Biasalah, cari muka...soalnya nggak pernah punya muka...